Tingkatkan Kerukunan, Lembaga Study Cendekiawan Muda Batam Gelar Dialog Keagamaan

MimbarOpini– Lembaga Study Cendekiawan Muda Kota Batam mengelar dialog keagamaan terkait kerukunan umat beragama di Batam, Jum’at (28/7). Kegiatan dihadiri oleh narasumber dari berbagai instansi seperti Kementrian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, serta Kasat Binmas Polresta Barelang.

Adri Wislawawan, Ketua Lembaga Study Cendekiawan Muda Kota Batam dalam sambutannya mengatakan bahwa kerukunan adalah investasi yang mahal untuk membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Saat ini, kerukunan dan hidup dalam ketentraman adalah sesuatu yang mahal. Oleh karenanya, semua pihak diharapkan mengambil peran untuk menciptakan kerukunan dan ketertiban terutama dalam kehidupan beragama,” kata Adri.

Ia juga menyebut bahwa, konflik keberagamaan saat ini sering muncul dan cukup sensitif. Beberapa faktor penyebabnya adalah karena lemahnya pemahaman dalam keberagaman serta sikap saling toleransi yang lemah.

“Konflik SARA, sering berujung pada konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat, salah satunya adalah mengenai pendirian rumah ibadah, ” kata Adri.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kerukunan Umat Beragama dan Toleransi, Pilar Persatuan Bangsa; Telaah PBM No. 8 dan 9 Tahun 2006″ diharapkan mampu memberikan kesadaran tentang pentingnya kerukunan dan persatuan bangsa.

Kepala Kementrian Agama Kota Batam, yang diwakili Bidang Pengembangan Kerukunan Umat Beragama, H. Syayuti mengatakan bahwa beberapa masalah yang sering dihadapi terkait kerukunan umat beragama, diantaranya adalah sikap memaksakan kehendak tanpa menghiraukan keharmonisan hubungan antar-umat beragama yang telah terpelihara serta pemanfaatan isu agama untuk kepentingan yang sebenarnya bertentangan dengan nilai luhur agama itu sendiri.

“Banyak yang mengait-kaitkan agama untuk kepentingan kelompok tertentu, sehingga hal ini justru akan bertentangan dengan nilai luhur agama itu sendiri,” katanya.

Kasatbinmas Polresta Barelang, Kompol Firdaus yang hadir langsung juga menyampaikan hal serupa. Ia menghimbau agara ketertiban dan keamanan dilingkungan masyarakat sangat penting.

Menanggapi pertanyaan dari beberapa peserta seminar, dimana aksi-aksi terorisme selalu dikaitkan dengan umat Islam, maka Firdaus mengatakan bahwa Islam bukanlan agama yang mengajarkan kekerasaan atau tindakan terorisme.

“Islam itu adalah Rahmatan Lil Aalamiin, rahmat bagi seluruh alam, jadi tidak betul jika terorisme identik dengan Islam, kebetulan saja yang melakukan tindakan teror itu agamanya Islam, pemahamannya terhadap agama salah, ada juga kok teroris yang non Islam,” katanya.

Yang betul adalah mereka yang melakukan tindakan radikalisme/terorisme itu menyalahgunakan agama. “Jangan sampai Indonesia hanya tinggal nama, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat terutama melindungi diri kita dari paham-paham yang tidak sesuai degan Agama maupun Pancasila. Itu hal yang penting untuk diperhatikan,” katanya. (***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*